Program Prioritas

Satgas Penanganan COVID-19 Unsyiah akan fokus pada sedikitnya tujuh program prioritas sebagai berikut:

1. Penyiapan dan Pengoperasian Laboratorium Pemeriksaan COVID-19.

Keterbatasan tempat pengujian tes COVID-19 dapat berakibat fatal bagi pasien dalam status pemantauan (PDP) dan bagi upaya pencegahan penyebaran virus itu sendiri. Unsyiah akan mempersiapan Laboratorum Penyakit Infeksi yang berlokasi di Fakultas Kedokteran menjadi labaratorium pengujian tes COVID-19 yang memenuhi standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saat ini Unsyiah telah memiliki satu unit PCR (Polymerase Chain Reaction) sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), dan sumber daya manusia yang cukup untuk mengoperasikan laboratorum tersebut. Diharapkan, Lab ini nantinya dapat menguji 96 sampel dalam kurun waktu 1 jam.

2. Penyiapan dan Pengoperasian Rumah Sakit Darurat Khusus Pasien COVID-19.

Unsyiah akan menjadikan Rumah Sakit Prince Nayef (RSPN) sebagai rumah sakit darurat utuk penanganan Pasien Dalam Pemantanuan (PDP) dengan gejala ringan dan sedang. Melalui Satgas COVID-19 akan diupayakan peningkatan fasilitas, sumber daya manusia, dan kebutuhan lainnya sehingga dapat melayani PDP COVID-19.

3. Menghasilkan Inovasi dan Teknologi untuk Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Melalui unit kerja terkait, Unsyiah akan menghasilkan produk-produk terapan yang dapat digunakan dalam upaya penanganan virus COVID-19, seperti Alat Proteksi Diri (APD) bagi tenaga kesehatan, mesin pencuci tangan portable, ventilator, hands sanitizer, masker muka, aplikasi bergerak untuk edukasi publik,  dan lain-lain.

4. Penyiapan Tenaga Kesehatan Khusus untuk Penanganan COVID-19.

Melakukan berbagai pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan yang akan terlibat dalam penanganan COVID-19.

5. Melakukan Riset dan Kajian Terapan.

Untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence based) dalam penanganan COVID-19, diperlukan riset dan kajian terapan yang dilaksanakan dalam konteks penanganan saat ini. Dengan sumber daya manusia berkepakaran lintas disiplin, Unsyiah akan melakukan riset dan kajian terapan yang dibutuhkan, seperti pemodelan pola sebaran virus di Aceh, perilaku dan persepsi publik dalam penanganan COVID-19, penanganan kesehatan atau health governance, dan lain-lain.   

6. Melakukan Advokasi dan Edukasi Publik.

Berbasis hasil riset dan kajian, Satgas COVID-19 melaksanakan upaya advokasi dan edukasi publik melalui berbagai saluran yang tersedia. Termasuk menghasilkan policy brief untuk Pemerintah Daerah maupun konten edukasi bagi masyakarat.

7. Membantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat. Bila berlangsung lama, wabah virus COVID-19 juga mendatangkan persoalan sosial-ekonomi sebagai turunannya. Hal ini mengakibatkan masyarakat (khususnya kelompok miskin dan pekerja tidak tetap) kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Unsyiah akan mengerahkan berbagai upaya untuk dapat mengurangi kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat tersebut.