Latar Belakang

Penyakit corona virus 2019 atau  Corona Virus Disease-19 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Nama lain dari penyakit ini adalah Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV2). Kasus COVID-19 pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019. Dalam beberapa bulan saja, penyebaran penyakit ini telah menyebar ke berbagai negara, baik di Asia, Amerika, Eropa, dan Timur Tengah serta Afrika. Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mendeklarasikan penyebaran COVID-19 dikategorikan sebagai pandemi.

Menyebarnya wabah COVID-19 ini hingga ke wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Aceh, tentu sangat mengkhawatirkan semua pihak. Seperti dapat dicermati dari pengalaman beberapa negara serta wilayah lain, penangangan COVID-19 tidak mungkin dapat dilakukan oleh Pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan terpadu dari semua pihak, termasuk Pemerintah, pihak swasta dan dunia usaha, perguruan tinggi (PT), serta masyarakat.

Sebagai institusi PT paling tua dan terbesar di Aceh, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang mempunyai misi tridharma turut memikul tanggung jawab dalam penanganan virus COVID-19 ini –yang telah memakan korban di banyak tempat. Dengan sumber daya yang ada, Unsyiah dipercaya dapat berkontribusi signifikan. Untuk itu, pimpinan Unsyiah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganaan Corona Virus Disease (COVID-19), yang disingkat menjadi Satgas COVID-19.

Satgas COVID-19 ini berperan koordinatif, melingkupi lintas unit kerja dan lintas bidang keilmuan, serta membuka keterlibatan seluruh civitas akademika Unsyiah.