More

    Unsyiah Uji Swab Covid-19 Para Pegawainya

    Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali melakukan pemeriksaan swab qPCR Covid-19 pada puluhan para pegawainya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 23 dan 24 Juni 2020, Pukul 14.00 dampai dengan 16.00 bertempat di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah.

    Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan, pemeriksaan kali ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang sebelumnya telah dilakukan kepada pimpinan, para dekan dan kepala biro di lingkungan Unsyiah. Pegawai yang diperiksa kali ini terdiri dari para kepala bagian, sekretaris pimpinan, dan supir pimpinan.

    “Secara bertahap Unsyiah akan terus melakukan tes kepada para pegawai”, kata Samsul.

    Menurut Samsul, selain sebagai upaya pencegahan peredaran wabah Covid-19 di lingkungan Unsyiah, pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi real para pegawai di lingkungan Unsyiah.

    Samsul juga memaparkan, tes ini dilakukan juga untuk memenuhi target Unsyiah membantu pemerintah mengatasi Covid-19, di Aceh khususnya. Sebelumnya, pemeriksaan serupa juga telah dilakukan Unsyiah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh sejak 4 Juni 2020 lalu.  Sedangkan pada Minggu (22/6) lalu pihak laboratorium penyakit infeksi ini juga telah memeriksa 22 mahasiswa Unsyiah asal Thailand untuk keperluan keberangkatan mereka kembali ke Thailand.

    “Unsyiah siap membantu pihak-pihak yang menginginkan pemeriksaan swab Covid-19. Saat ini, kita memiliki lebih tujuh ahli biologi molekuler yang menangani pemeriksaan dengan metode real time qualitatif Polymerace Chain Reaction (qPCR),” lanjutnya.

    Sementara itu, dr. RM. Agung Pranata, M.Biomed, Kepala Laboratoium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah mengatakan pemeriksaan ini juga akan dilakukan di kota/kabupaten lainnya jika pemerintah setempat menginginkannya.

     “Kedepannya, dari hasil kerjasama dengan berbagai perusahaan, Kabupaten/Kota, Laboratorium kita sudah berjanji akan melakukan pemeriksaan kepada 3200 orang, dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing pihak yang bekerja sama dengan kita”, ujarnya.

    Bagi yang ingin melakukan pemeriksaan, dr. Agung menyarankan untuk menghubungi laboratorium terlebih dahulu, agar dapat didaftarkan dan segera dijadwalkan. Selain itu, pasien yang datang disertai dengan gejala seperti batuk dan demam, akan dipisahkan dengan pasien tanpa gejala.

    “Pada dasarnya kami sangat ingin mmembantu semua oran yang memerlukan pemeriksaan”,  tutupnya.

    Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah secara resmi telah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai Laboratorium Rujukan Nasional pemeriksaan RT-qPCR untuk deteksi Covid-19 di Aceh. Laboratorium ini dapat melakukan pengujian pemeriksaan swab sebanyak 376 spesimen dalam sehari. Hasilnya dapat diketahui dalam lima jam ke depan. Hingga saat ini Laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah telah melakukan tes kepada lebih 700 orang, baik yang datang memeriksa secara sukarela maupun dalam bentuk kerjasama.

    Berita Terbaru

    Balitbangkes Pusat: Akurasi Lab Infeksi USK 100%

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pusat  (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan laporan hasil uji konfirmasi laboratorium untuk...

    Tim Satgas Covid-19 USK Kunjungi Walikota Banda Aceh

    Tim Satuan Tugas Covid-19 Universitas Syiah Kuala melakukan kunjungan ke Pendopo Walikota Banda Aceh. Tim Satgas Covid-19 USK ini dipimpin oleh Rektor...

    Kasus Covid-19 masih Tinggi, Unsyiah Perpanjang Kuliah Daring

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memutuskan untuk memperpanjang kegiatan perkuliahan daring di Unsyiah sampai bulan Desember 2020. ...

    Unsyiah Kumpulkan Peneliti Dunia di ICVAES Bahas Solusi Covid-19

    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan konferensi 2nd International Conference on Veterinary, Animal, and Environmental Sciences (ICVAES 2020)  yang menghadirkan para ilmuwan atau ahli one...

    Rektor Unsyiah: Aceh Perlu Batasi Aktivitas demi Cegah Penyebaran Covid-19

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan pemerintah Aceh perlu menerapkan aturan tegas yaitu membatasi aktivitas di luar...

    Info Terkait

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox