More

    Mahasiswa KKN Tematik Unsyiah Ciptakan Anti Septik Secara Alami

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Covid-19 Universitas Syiah Kuala dari Kelompok 716, berhasil menciptakan anti septik (antis) secara alami, yaitu dengan menggunakan bahan berupa daun sirih dan jeruk nipis. (Bireuen, 19/5/2020).

    Produk tersebut merupakan bagian dari salah satu program KKN dari lima orang mahasiswa ini. Di mana mereka berasal dari tiga fakultas dan prodi yang berbeda, yaitu  Fakultas MIPA/Farmasi, Fkep/Ilmu Keperawatan, dan Fakultas Teknik/Taknik Kimia.

    Ketua kelompok Nanda Fajrina dari Fakultas Keperawatan menjelaskan, rencana awal dari program ini menggunakan alkohol dan gel lidah buaya. Namun, karena  kondisi pandemik sekarang alkohol sulit dicari dan harganya juga mahal. Lalu mereka berinisiatif untuk mencari alternatif bahan lain yang alami.

    “Kami mencari solusi lain yaitu dengan menggunakan daun sirih dan jeruk nipis, daun sirih sangat mudah dicari dan bahan-bahan ini juga tidak membutuhkan biaya yang besar,” ucapnya.

    Pembuatan antis ini dimulai dengan mencuci daun sirih dan menjemurnya. Setelah itu daun sirih dipotong kecil-kecil dan dituangkan air panas untuk diambil ekstrak saja. Kadar ekstrak yang mereka ambil sebesar 25% dengan menggunakan 50 gram daun sirih dan 200 ml air panas.

    “Ini berdasarkan referensi dari Majalan Farmasi Indonesia yang saya baca, judulnya Studi efektivitas sediaan gel antiseptik tangan ekstrak daun sirih (Piper batle Linn) dan video dari channel youtube Universitas Airlangga,” jelas Zuhra salah satu anggota dari FMIPA Farmasi.

    Selanjutnya rendaman daun sirih di-steam selama 30 menit dan disaring. Setelah disaring, ekstrak daun sirih kemudian didinginkan. Penambahan jeruk nipis berguna sebagai anti oksidan dan jeruk nipis sendiri juga dapat berfungsi sebagai anti septik.

    Campuran ekstrak daun sirih dan air perasan jeruk nipis kemudian ditambahkan aquades. Perbandingannya adalah sebesar 4:1:5.

    “Antis ini memang tidak membunuh semua bakteri, tetapi kami berharap dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada di tangan,” ungkap Zuhra.

    Rencananya, antis dari bahan alami ini akan dibagikan kepada masyarakat. Mereka juga melakukan penyuluhan tentang penggunaan antis yang benar.

    “Antis ini akan kami tempatkan di meunasah gampong, mengingat banyak masyarakat yang datang ke meunasah untuk melaksanakan shalat tarawih,” ucap Nanda.

    Berita Terbaru

    Balitbangkes Pusat: Akurasi Lab Infeksi USK 100%

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pusat  (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan laporan hasil uji konfirmasi laboratorium untuk...

    Tim Satgas Covid-19 USK Kunjungi Walikota Banda Aceh

    Tim Satuan Tugas Covid-19 Universitas Syiah Kuala melakukan kunjungan ke Pendopo Walikota Banda Aceh. Tim Satgas Covid-19 USK ini dipimpin oleh Rektor...

    Kasus Covid-19 masih Tinggi, Unsyiah Perpanjang Kuliah Daring

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memutuskan untuk memperpanjang kegiatan perkuliahan daring di Unsyiah sampai bulan Desember 2020. ...

    Unsyiah Kumpulkan Peneliti Dunia di ICVAES Bahas Solusi Covid-19

    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan konferensi 2nd International Conference on Veterinary, Animal, and Environmental Sciences (ICVAES 2020)  yang menghadirkan para ilmuwan atau ahli one...

    Rektor Unsyiah: Aceh Perlu Batasi Aktivitas demi Cegah Penyebaran Covid-19

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan pemerintah Aceh perlu menerapkan aturan tegas yaitu membatasi aktivitas di luar...

    Info Terkait

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox