More

    Siaga Pantau Pemudik Covid-19, Dishub Aceh Kerjasama Dengan Jtek-Unsyiah Siapkan Aplikasi Sapamudik.Id

    Sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia dan instruksi Gubernur Aceh terkait himbauan larangan mudik dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19, Dinas Perhubungan (DISHUB) Aceh bekerjasama dengan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer (JTEK) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala mengembangkan aplikasi SAPAMUDIK.ID. Aplikasi ini bertujuan untuk untuk mendata dan memantau pergerakan pemudik selama masa darurat Covid-19. Pemudik yang telah terdata pada aplikasi ini diwajibkan melakukan isolasi mandiri dan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

    Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, S.T., M.T., mengatakan bahwa “Dalam situasi pandemi COVID-19 ini kita harapkan masyarakat tidak melakukan mudik dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Jika terlanjur mudik, maka akan dilakukan pendataan melalai aplikasi SAPAMUDIK.ID. Aplikasi ini akan dipandu oleh tim DISHUB yang telah ada dijumlah Posko-posko diwilayah perbatasan Aceh. Aplikasi ini berfungsi untuk menghimpun data pemudik yang pulang ke Aceh, baik riwayat perjalanan maupun tujuan kepulangan pemudik. Setiap pemudik yang pulang ke Aceh diwajibkan untuk melapor di aplikasi tersebut.”

    Junaidi juga mengatakan bahwa “ Dengan ada aplikasi ini Pemerintah Aceh akan mengetahui peta persebaran orang-orang yang mudik dari luar Aceh. Data ini sangat bermanfaat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan penanganan penyebaran virus corona. Data dan info pemudik dari aplikasi tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota sampai kepala desa untuk merumuskan kebijakan dalam penanganan penyebaran virus corona.”

    Aplikasi SAPAMUDIK.ID ini sendiri merupakan pengabdian beberapa dosen Jurusan Teknik Elektro dan Komputer diketuai oleh Dr. Ramzi Adriman, M.Sc. yang juga merupakan anggota SATGAS COVID-19 Universitas Syiah Kuala. Aplikasi ini dibangun dalam waktu yang relatif singkat karena didorong oleh pentingnya agar segera dilakukan pendataan pemudik yang pulang ke Aceh pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri sehingga dapat menjadi database perumusan kebijakan pencegahan dan penyebaran COVID-19 di Provinsi Aceh.

    Berita Terbaru

    Balitbangkes Pusat: Akurasi Lab Infeksi USK 100%

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pusat  (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan laporan hasil uji konfirmasi laboratorium untuk...

    Tim Satgas Covid-19 USK Kunjungi Walikota Banda Aceh

    Tim Satuan Tugas Covid-19 Universitas Syiah Kuala melakukan kunjungan ke Pendopo Walikota Banda Aceh. Tim Satgas Covid-19 USK ini dipimpin oleh Rektor...

    Kasus Covid-19 masih Tinggi, Unsyiah Perpanjang Kuliah Daring

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memutuskan untuk memperpanjang kegiatan perkuliahan daring di Unsyiah sampai bulan Desember 2020. ...

    Unsyiah Kumpulkan Peneliti Dunia di ICVAES Bahas Solusi Covid-19

    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan konferensi 2nd International Conference on Veterinary, Animal, and Environmental Sciences (ICVAES 2020)  yang menghadirkan para ilmuwan atau ahli one...

    Rektor Unsyiah: Aceh Perlu Batasi Aktivitas demi Cegah Penyebaran Covid-19

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan pemerintah Aceh perlu menerapkan aturan tegas yaitu membatasi aktivitas di luar...

    Info Terkait

    Leave A Reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox