More

    TDMRC Unsyiah; Cegah Warkop menjadi Lokus Penularan Covid-19 di Aceh

    Dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19 di Aceh, pemerintah daerah bersikap cepat dengan meliburkan sekolah dan mengurangi aktivitas public di ACEH selama 14 hari. Namun sayangnya hal ini disambut oleh sebagian warga Aceh dengan beramai-ramai memenuhi warkop (Warung Kopi) yang tersebar di seluruh penjuru bumi Serambi Mekkah.

    Menyikapi himbauan Pemerintah Aceh tentang Cegah Virus Corona Melalui Ibadah, Prilaku Hidup Sehat dan Bersih, Ketua Tsunami and Mitigation Research Center (TDMRC) UNSYIAH Prof. Dr. Khairul Munadi, ST. M.Eng menyebutkan bahwa “Social Distance” atau pembatasan kontak pada masyarakat yang diberlakukan pemerintah ini tidak akan berjalan dengan baik bila tidak diikuti dengan “Social Compliance” atau kepatuhan sosial dari masyrakat. Bila hal ini terus terjadi maka kita khawatir nantinya warung kopi akan menjadi lokus baru penularan penyakit COVID-19.

    “Untuk itu kita perlu bahu-membahu berupaya agar masyarakat Aceh yang memang gemar minum kopi ini tidak tertular penyakit berbahaya ini.”

    Menyikapi hal ini Dr. Ichsan, M.Sc. peneliti Cluster Human Security TDMRC yang juga dosen Fakultas Kedokteran UNSYIAH menyebutkan bahwa COVID-19 ini adalah penyakit yang bersifat “High Infectivity & Low Mortality”. Masyarakat dihimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Waktu 14 hari itu adalah masa inkubasi virus corona ini, artinya jika dalam masa 14 hari ini pada tidak muncul gejala penyakit, maka dipastikan negative COVID-19.

    TDMRC menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah bersama keluarga kecuali untuk keperluan yang sangat penting dan mendesak. Jika harus berada di tempat umum seperti warung kopi maka ada hal-hal yang harus diperhatikan dengan teliti dan hati-hati.

    Dalam upaya mendukung himbauan pemerintah ini TDMRC-UNSYIAH melalui Cluster Human Security nya membagi “Sembilan Tips Efektif CEGAH Penularan COVID-19 di WARKOP” sebagai berikut:

    1. TIDAK BERSALAMAN

    Adat dan budaya orang Aceh yang ramah terhadap teman dan kenalan adalah hal yang baik, namun untuk sementara waktu sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penularan COVID-19.

    2. TIDAK MENYENTUH MATA, HIDUNG & MULUT

    Virus Corona Penyebab COVID-19 ini tidak bisa masuk ke dalam tubuh melaui kulit manusia, dia hanya bisa menyebabkan penyakit jika masuk melalui mata, hidung dan mulut. Oleh sebab itu, jangan sentuh ketiga organ ini selama berada di warkop atau tempat umum lainnya.

    3. CUCI TANGAN 2 KALI

    Cara efektif memutus rantai penularan COVID-19 ini adalah dengan mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir. Lakukan hal baik ini minimal 2 kali,  yaitu saat tiba dan meninggalkan warkop.

    4. TIDAK MENGGUNAKAN SERBET/KAIN LAP TANGAN YANG TERSEDIA

    Serbet/kain lap yang tersedia di warkop dipakai oleh banyak orang, hindari menggunakan ini. Gunakan tissue meja yang tersedia atau jika tidak tersedia lebih baik tidak usah di lap.

    5. ADAP BERSIN & BATUK

    Bersin dan batuk adalah cara penularan COVID-19 paling utama.Hindarilah orang yang bersin atau batuk. Jika anda bersin atau batuk, gunakan tissue untuk menutup mulut dan hidung, lalu langsung buang tissue tersebut ke tempat sampah.

    6. MEMESAN MAKAN SEHAT

    Demi menjaga kondisi tubuh tetap fit dan sehat, pesanlah makanan sehat. Hindari gorengan dan makan yang banyak mengandung micin atau penyedap.

    7. MEPERSINGKAT WAKTU KUNJUNGAN

    Masa inkubasi virus ini adalah 14 hari maka hal yang terbaik adalah tidak berkunjung ke warkop dalam 14 hari kedepan. Terutama bagi anda yang berusia diatas 60 tahun (lansia). Namun jika kunjungan tidak bisa dihindari maka alternatifnya adalah untuk sementara MEMPERSINGKAT MASA KUNJUNGAN.

    8. JIKA SAKIT TIDAK KE WARKOP

    Jika anda merasa sakit atau kurang enak badan, maka pilihan bijak adalah untuk sementara TIDAK BERKUNJUNG ke warkop.

    9. MENJAGA DAYA TAHAN TUBUH

    Mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga dan istirahat yang cukup adalah cara terbaik untuk menjaga agar kita tidak tertular penyakit COVID-19 ini.

    Berita Terbaru

    Balitbangkes Pusat: Akurasi Lab Infeksi USK 100%

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Pusat  (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan laporan hasil uji konfirmasi laboratorium untuk...

    Tim Satgas Covid-19 USK Kunjungi Walikota Banda Aceh

    Tim Satuan Tugas Covid-19 Universitas Syiah Kuala melakukan kunjungan ke Pendopo Walikota Banda Aceh. Tim Satgas Covid-19 USK ini dipimpin oleh Rektor...

    Kasus Covid-19 masih Tinggi, Unsyiah Perpanjang Kuliah Daring

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng memutuskan untuk memperpanjang kegiatan perkuliahan daring di Unsyiah sampai bulan Desember 2020. ...

    Unsyiah Kumpulkan Peneliti Dunia di ICVAES Bahas Solusi Covid-19

    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan konferensi 2nd International Conference on Veterinary, Animal, and Environmental Sciences (ICVAES 2020)  yang menghadirkan para ilmuwan atau ahli one...

    Rektor Unsyiah: Aceh Perlu Batasi Aktivitas demi Cegah Penyebaran Covid-19

    Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan pemerintah Aceh perlu menerapkan aturan tegas yaitu membatasi aktivitas di luar...

    Info Terkait

    Stay on op - Ge the daily news in your inbox